PERBANDINGAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENILAIAN OTENTIK DENGAN PENILAIAN KONVENSIONAL

Ferdinan Misaffin, I Dewa Putu Nyeneng, Agus Suyatna

Abstract


Learning activity is a series of physical and mental activity. To obtain a good learning result the physical and mental activity must be coordinated. The better the activities undertaken by the students then students will understand and master the subject matter presented by the teacher, so that students will gain maximum learning results. The aim of this study was to determine the activity and higher student outcomes between classes using authentic assessment models with conventional assessment models. The population in this study were high school students of class VII in Utama 2 Bandar Lampung while the sample is class X1 and X4 semester Utama 2 Bandar Lampung school, sampling was take using Purposive Sampling technique. Variable was consist of two independent variables and two dependent variables, Authentic Assessment, Conventional Assessment, Activity, and Learning Outcomes. Different test using Independent Sample t-Test showed H0 is rejected. The results showed that learning activities for classroom use authentic assessment is higher than the class that uses conventional assessment, while learning outcomes did not show any difference.

Aktivitas belajar adalah serangkaian kegiatan fisik dan mental. Untuk memperoleh hasil belajar yang baik maka aktivitas fisik dan mental harus terkoordinasi dengan baik. Semakin baik aktivitas yang dilakukan oleh siswa maka siswa akan semakin memahami dan meguasai materi pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga siswa akan memperoleh hasil belajar yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktivitas dan hasil siswa yang lebih tinggi antara kelas yang menggunakan model penilaian otentik dengan model penilaian konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMA Utama 2 Bandar Lampung sedangkan sampelnya adalah siswa kelas X1 dan X4 semester ganjil SMA Utama 2 Bandar Lampung, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Variabel terdiri dari dua variabel bebas dan dua variabel terikat. Uji beda menggunakan uji Independent Sample t-Test menunjukkan H0 ditolak. Hasil penelitian memperlihatkan aktivitas belajar untuk kelas yang menggunakan penilaian otentik lebih tinggi dari kelas yang menggunakan penilaian konvensional, sedangkan hasil belajar tidak menunjukkan adanya perbedaan.

Kata kunci: Aktivitas, Hasil Belajar, Penilaian Konvensional, Penilaian Otentik.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2008. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.

Dimyati dan Mujiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Memes, Wayan. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Grafindo. Jakarta.

Sardiman, A.M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.PT. Raja GrafindoPersada. Jakarta.

Sunartombs. 2009. Pengertian Penilaian Otentik. Diunduh pada tanggal 10 Mei 2010 dari: http://sunartombs.wordpress.com/2009/07/14/pengertian-penilaian-otentik


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



  Lisensi Creative Commons
The Copyright is reserved to The Journal of Physics Learning (Jurnal Pembelajaran Fisika) that is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.