ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA SISWA BERDASARKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KONKRET DAN FORMAL SMA

Edi Hardi K, Abdurrahman Abdurrahman, I Dewa Putu Nyeneng

Abstract


The thinking skills of students can not be separated from the role of a teacher, because the role of a teacher affect student learning outcomes. Besides questions given by the teacher is also one important factor to consider, as most questions given to students not refer to the thinking of students, the student should be able to think in symbolic or imaginative in solving a problem. The results showed that students ability to think in SMAN I Abung Pekurun only covers in three categories A1, C1, and C2. In the category A1 with a percentage of 20%, category C1 2.85% and category C2 at 77.14%. Based on data analysis results show that most students have the ability to think in the concrete operational stage C2. In this category students' mastery of concepts is pretty well.


Kemampuan berpikir siswa tidak lepas dari peran seorang guru, karena peran seorang guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Selain itu soal yang diberikan oleh guru juga merupakan salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan, karena sebagian besar soal yang diberikan kepada siswa belum mengacu ke arah berpikir siswa, yaitu siswa diharapkan dapat berpikir secara simbolik atau imajinatif dalam emecahkan suatu permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir siswa SMAN I Abung Pekurun Kota Bumi hanya mencakup tiga kategori yaitu A1, C1, dan C2. Pada kategori A1 dengan persentase 20%, kategori C1 sebesar 2,85% dan kategori C2 sebesar 77,14%. Berdasarkan analisis data hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan berpikir pada tahap operasional konkret C2. Pada kategori ini penguasaan konsep siswa cukup baik.

Kata kunci : kemampuan berpikir, tahap operasional konkret, dan tahap operasional formal.


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta

Asna. 2009. “Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Rekreasi Kelas X semester genap SMA Negeri I Tanjung Bintang TP 2008-2009”. (Skripsi). Universitas Lampung.Bandarlampung.

Carin, A.A. 1997. Teaching Modern Science. New Jersey : Prentice Hall. Inc

Dalyono, M. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Rineka Cipta

Djaali. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta.Rineka Cipta

Erman. 2008. Berkelanjutan dalam Pembelajaran IPA untuk Memacu Perkembangan Kemampuan Berpikir Abstrak Siswa. (on line) http:// www.scribd.com/doc/1862780 5/null.15/11/2009. 12.20 WIB. 2008. Intervensi Berkelanjutan dalam Pembelajaran IPA. (on line)http://scribd.com/doc/242 61512/Erman-Intervensi Berkelanjutan DalamPembelajaranIPA/. 23/08/2010. 11.19 WIB

Hartono, Agung dan Sunarto. 2006. Perkembangan Peserta Didik Cetakan Ke Tiga. Jakarta. Rineka Cipta. Hilman. 2010. Taksonomi Bloom Terbaru untuk Proses Ranah Kognitif Terbaru. (on line). http://www.hilman.web.id/possing/blog/852/ revisitaksonomi-bloom-atau-revisedbloom-taxonomy.html.24/11/2010. 08.19 WIB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



  Lisensi Creative Commons
The Copyright is reserved to The Journal of Physics Learning (Jurnal Pembelajaran Fisika) that is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.