Strategi Pengembangan Model Pembinaan Prestasi Atlet Menuju Peningkatan Prestasi Olahraga Provinsi Lampung
Sari
Pembinaan prestasi olahraga merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan daya saing daerah pada tingkat nasional. Namun demikian, sistem pembinaan atlet di Provinsi Lampung masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kualitas kepelatihan yang belum merata, minimnya dukungan sport science, lemahnya sistem kompetisi, serta belum optimalnya sinergi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pembinaan atlet yang telah berjalan di Provinsi Lampung serta menyusun strategi pengembangan model pembinaan prestasi atlet yang lebih efektif. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode deskriptif analitis. Partisipan penelitian terdiri atas atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pengurus KONI Provinsi Lampung, dan Dinas Pemuda dan Olahraga yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan atlet telah berjalan sesuai kebijakan nasional, namun belum optimal akibat lemahnya sistem identifikasi bakat, keterbatasan pendanaan, kompetensi pelatih yang belum merata, kurangnya monitoring dan evaluasi, serta belum terintegrasinya sport science dalam proses latihan. Model pengembangan yang diusulkan menekankan pembinaan berkelanjutan melalui identifikasi bakat, peningkatan kompetensi pelatih, pemanfaatan sport science, sistem kompetisi yang berjenjang, dukungan pendanaan yang memadai, serta kolaborasi antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, perguruan tinggi, dan sektor swasta. Model tersebut diharapkan mampu menjadi acuan dalam meningkatkan prestasi olahraga Provinsi Lampung secara berkelanjutan.
Kata Kunci: pembinaan atlet, prestasi olahraga, model pembinaan, sport science, Provinsi Lampung.Teks Lengkap:
PDFReferensi
Balyi, I., Way, R., & Higgs, C. (2013). Long-Term Athlete Development. Human Kinetics.
Bompa, T. O., & Buzzichelli, C. (2019). Periodization: Theory and Methodology of Training (6th ed.). Human Kinetics.
Côté, J., & Hancock, D. J. (2016). Evidence-based policies for youth sport programmes. International Journal of Sport Policy and Politics, 8(1), 51–65.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Sage Publications.
Departemen Pendidikan Nasional. (2022). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Jakarta.
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to Design and Evaluate Research in Education (10th ed.). McGraw-Hill.
Haff, G. G., & Triplett, N. T. (2016). Essentials of Strength Training and Conditioning (4th ed.). Human Kinetics.
International Olympic Committee. (2021). Olympic Agenda 2020+5. Lausanne: IOC.
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. (2021). Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Jakarta: Kemenpora RI.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.
Nasution, A., & Pratama, R. (2022). Strategi pembinaan olahraga prestasi berbasis daerah. Jurnal Keolahragaan, 10(2), 145–158.
Nugroho, S., & Wibowo, A. (2021). Evaluasi program pembinaan atlet pada Pekan Olahraga Nasional. Jurnal Sportif, 7(1), 34–46.
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukadiyanto. (2019). Pengantar Teori dan Metodologi Melatih Fisik. Yogyakarta: UNY Press.
Thomas, J. R., Nelson, J. K., & Silverman, S. J. (2020). Research Methods in Physical Activity (8th ed.). Human Kinetics.
Weinberg, R. S., & Gould, D. (2019). Foundations of Sport and Exercise Psychology (7th ed.). Human Kinetics.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##
