PENGARUH LATIHAN JALAN SEBELUM DAN SESUDAH MAKAN TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH SEWAKTU (GDS)

Marta Dinata

Sari


Abstrak
Lonjakan glukosa darah menjadi tantangan utama bagi pengidap diabetes melitus. Olahraga ringan berupa jalan kaki mampu mengendalikan kondisi ini, tetapi determinasi waktu pelaksanaan yang optimal masih sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara aktivitas berjalan kaki yang dilaksanakan sebelum dan setelah makan terhadap penurunan nilai Gula Darah Sewaktu (GDS). Desain riset menggunakan eksperimen kuasi lewat rancangan two-group pretest-posttest. Riset melibatkan 30 partisipan yang terbagi ke dalam Kelompok A (jalan sebelum makan) dan Kelompok B (jalan sesudah makan). Intervensi berjalan kaki diterapkan selama 30 menit. Data dikumpulkan menggunakan peranti glukometer baku, lalu diuji statistik memakai Paired T-Test dan Independent T-Test. Evaluasi intra-kelompok memperlihatkan reduksi GDS yang bermakna pada kedua kelompok (p < 0,05). Kendati demikian, Kelompok B mencatat penurunan rata-rata yang lebih tinggi (35 mg/dL) daripada Kelompok A (18 mg/dL) dengan signifikansi komparatif sebesar p = 0,012. Aktivitas berjalan kaki yang dijadwalkan setelah makan memiliki efikasi yang lebih unggul dalam menekan kadar glukosa darah sewaktu dibandingkan sebelum makan.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gula Darah Sewaktu, Jalan Kaki, Krononutrisi.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


American Diabetes Association [ADA]. (2024). Standards of Care in Diabetes—2024. Diabetes Care, 47(Suppl. 1), S1-S321. doi.org

Borror, A., Zeigler, Z., & Todd, M. (2018). The effects of postprandial walking on glucose excursions in type 2 diabetes. Journal of Science and Medicine in Sport, 21(2), 182-187. doi.org

Dinata m. 2015. Senam Aerobik. Jakarta (ID): Cerdas Jaya.

Dinata M. 2020. Senam Aerobik dan Peningkatan Kesegaran Jasmani. Lampung (ID): Cerdas Jaya.

Dinata M. 2020. Lari Jarak Jauh. Jakarta (ID): Cerdas Jaya

Erickson, M. L., Little, J. P., & Jenkins, N. T. (2021). Exercise-induced GLUT-4 translocation and glucose uptake in skeletal muscle: Mechanisms and clinical implications. Acta Physiologica, 231(3), e13590. doi.org

Reynolds, A. N., Mann, J. I., Williams, S., & Venn, B. J. (2016). Advice to walk after meals is more effective for lowering postprandial glycaemia in type 2 diabetes than advice to walk at any time: A randomized crossover trial. Diabetologia, 59(12), 2572-2578. doi.org

Savikangas, T., Malambo, P., & Hautala, A. (2022). Pre-meal versus post-meal exercise for glycemic control in individuals with metabolic disorders: A systematic review. Frontiers in Endocrinology, 13, 894510. doi.org

Soelistijo, S. A., Lindarto, D., Decroli, E., Permana, H., Sucipto, K. W., Kusnadi, Y., & Rudijanto, A. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Gedung H, FKIP Universitas Lampung.

Jln. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Rajabasa

Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Indonesia

 

Published by Mason Publishing, part of the George Mason University Libraries.

Mason Publishing Logo