Pengaruh Latihan Lari Pagi dan Malam Hari terhadap Penurunan Kadar Gula Darah

Marta Dinata, Surisman Surisman, Candra Kurniawan

Sari


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaruh latihan lari yang dilaksanakan pada pagi hari dan malam hari terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen  dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang subjek penderita hiperglikemia ringan yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok I melakukan latihan lari pada pagi hari (pukul 06.00–07.00 WIB) sebelum makan (fasted state), sedangkan Kelompok II melakukan latihan serupa pada malam hari (pukul 19.00–20.00 WIB) dua jam setelah makan. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu berdurasi 40 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat glukometer digital terkalibrasi melalui pengambilan sampel darah kapiler. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired t-test) dan uji-t independen (independent t-test) pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan (p < 0,05). Meskipun demikian, kelompok latihan lari pagi hari memperlihatkan efisiensi reduksi gula darah harian yang lebih stabil akibat optimalisasi sensitivitas insulin. Simpulan dari penelitian ini adalah waktu pelaksanaan latihan lari pagi hari memberikan dampak protektif yang lebih konstan terhadap kestabilan gula darah.

Kata kunci: Latihan lari, pagi hari, malam hari, gula darah.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni, D. (2018). Pedoman Aktivitas Fisik dan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes. Jurnal Kedokteran Klinis Indonesia, 5(2), 88–95.

Audina, M., Apriany, A., & Zulfitri, R. (2018). Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 201–210.

Dinata M. 2017. Heart Rate Training. Jakarta: Cerdas Jaya.

Dinata M. 2020. Lari jarak jauh. Jakarta (ID): Cerdas Jaya.

Dinata M. 2020. Senam Aerobik dan Peningkatan Kesegaran Jasmani. Lampung (ID): Cerdas Jaya.

Malkowska, K. (2024). Mekanisme Seluler Translokasi GLUT4 melalui Jalur AMPK pada Fisiologi Olahraga. Jakarta: Penerbit Biosains Nusantara.

Oktavianisya, N., & Aliftitah, S. (2020). Pengaruh Latihan Fisik Terstruktur terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(2), 214–219.

Saito, T., Nakamura, Y., & Takahashi, M. (2011). Analisis Intensitas Jalan Kaki Terhadap Regulasi Glikemik Jangka Pendek. Jurnal Fisiologi dan Olahraga Terapan, 22(1), 45–53.

Sari, I. P., & Effendi, M. (2020). Efektifitas Latihan Aerobik Terhadap Kadar Glukosa Darah. Indonesian Journal for Health Sciences, 4(1), 45–50.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zheng, X. (2020). Pengaruh Olahraga Sebelum Sarapan terhadap Glikemik dan Fluktuasi Glukosa Harian. Jurnal Siti Rufaidah, 3(1), 10–18.

Zheng, X., Saidi, O., & Van Praagh, E. (2022). Exercise Timing and Circadian Regulation of Metabolism in Type 2 Diabetes. Trends in Endocrinology & Metabolism, 37(4), 289–301.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##

Gedung H, FKIP Universitas Lampung.

Jln. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Rajabasa

Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

Indonesia

 

Published by Mason Publishing, part of the George Mason University Libraries.

Mason Publishing Logo