Penerapan Model Pembelajaran Controversial Issues Dalam Mengembangkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik

Catherine Fitriana

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran controversial issues dalam mengembangkan hasil belajar kognitif peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Belitang Madang Raya, Sumatera Selatan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang monoton dan berpusat pada guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 54 peserta didik yang dibagi menjadi kelas eksperimen (27 peserta didik) yang menerapkan model controversial issues dan kelas kontrol (27 peserta didik) yang menerapkan model konvensional. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis, uji independent sample t-test, dan uji N-Gain Score dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model controversial issues lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan model konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen (86,76) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (69,07). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas (thitung 7,851 > ttabel 1,674; signifikansi 0,000 < 0,05). Uji N-Gain Score menunjukkan tingkat efektivitas model controversial issues cukup tinggi (75,46%) dibandingkan model konvensional yang kurang efektif (47,60%). Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran controversial issues terbukti lebih efektif dalam mengembangkan hasil belajar kognitif peserta didik serta memberikan manfaat signifikan berupa peningkatan keterampilan berpikir kritis, kemampuan argumentasi, pemahaman berbagai perspektif, dan pembentukan karakter peserta didik yang lebih terbuka dan empatik.

Full Text:

PDF

References


Adha, M. M. (2010). Penguasaan konsep pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk meningkatkan sikap nasionalisme siswa. Jurnal Civicus, 10(2), 58–64. https://ejournal.upi.edu/index.php/civicus/article/view/26118

Adha, M. M. (2011). Pemahaman dan implementasi nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Media Komunikasi FPIPS, 10(2), 68. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/MKFIS/article/view/463

Alfansyur, A., & Mariyani, M. (2019). Pemanfaatan media berbasis ICT "Kahoot" dalam pembelajaran PPKn untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Bhineka Tunggal Ika, 6(2), 208–216.

Ardiyanto, D., Asbari, M., & Ristanto, M. R. (2024). Tantangan dan solusi generasi sandwich: Mengelola tekanan finansial dan emosional. Jurnal Ilmu Sosial, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis, 1(1), 31–34.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. (2022). Indikator pendidikan 1994-2022. https://www.bps.go.id/statictable/2010/03/19/1525/indikator-pendidikan-1994-2022.html

Baharudin, H., & Wahyuni, E. N. (2008). Teori belajar dan pembelajaran. Ar-Ruzz Media.

Bloom, B. S. (2014). Taxonomy of educational objective. Longman.

Bruce Joyce, M. W. (2022). Models of teaching: Model-model pembelajaran. Pustaka Pelajar.

Budiningsih, C. A. (2016). Belajar dan pembelajaran. Rikena Cipta.

Depdiknas. (2006). Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi. Depdiknas.

Dewantara, J. A., Suhendar, I. F., Rosyid, R., & Atmaja, T. S. (2019). Pancasila as ideology and characteristics civic education in Indonesia. International Journal for Educational and Vocational Studies, 1(5), 400–405. https://doi.org/10.29103/ijevs.v1i5.1617

Fathoni, A. (2006). Metodologi penelitian & teknik penyusunan skripsi. Rineka Cipta.

Hamiyah, N., & Jauhar, M. (2014). Strategi belajar-mengajar di kelas. Prestasi Pustaka.

Hasan, S. H. (2006). Pendidikan ilmu sosial. Proyek Pendidikan Tenaga Akademik Dirjen Dikti Depdikbud.

Hidayat, H., Mulyani, H., Nurhasanah, S. D., Khairunnisa, W., & Sholihah, Z. (2020). Peranan teknologi dan media pembelajaran bagi siswa sekolah dasar di dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 8(2), 57–65. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPP

Ikhtiarti, E., Rohman, Adha, M., & Yanzi, H. (2019). Membangun generasi muda smart and good citizenship melalui pembelajaran PPKn menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Jurnal Universitas Lampung, 1, 4–12. http://repository.lppm.unila.ac.id/13316/

Iskandar, R. (2017). Meningkatkan hasil belajar pendidikan pancasila dan kewarganegaraan melalui metode role playing di kelas IV sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(2), 135–144. http://www.universitas-trilogi.ac.id/journal/ks/index.php/JIPGSD/article/view/102

Izza, A., et al. (2017). Pengaruh model pembelajaran controversial issues. Jurnal Universitas Sriwijaya, 4(1), 26–34. https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jp/article/view/5576

Jihad, A., & Haris, A. (2012). Evaluasi pembelajaran. Multi Presindo.

Kadarwati, A., & Malawi, I. (2017). Pembelajaran tematik: (Konsep dan aplikasi). CV Ae Media Grafika.

Komalasari, K. (2010). Pembelajaran kontekstual. Refika Aditama.

Lickona, T. (2012). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.

Magdalena, I., Haq, A. S., & Ramdhan, F. (2020). Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar negeri Bojong 3 Pinang. Jurnal Pendidikan dan Sains, 2(3), 418–430. https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/bintang

Mubarokah, A. (2012). Hakikat dan fungsi tujuan pendidikan kewarganegaraan. Ideas Publishing.

Mulyasa, H. E. (2014). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyati, C. (2012). Pembelajaran PKn dengan menerapkan pendekatan kontekstual (CTL) melalui model pembelajaran controversial issues untuk meningkatkan motivasi belajar siswa [Skripsi sarjana, FPIPS UPI Bandung].

Mulyono, A. (2018). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. PT Rineka Cipta.

Mursidin. (2021). Penerapan metode pembelajaran controversial public issues untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hak asasi manusia. Journal of Tompotika: Social, Economics, and Education Science, 1(2), 114–121. https://jtsees.untika.ac.id/index.php/jtsees/article/view/24

Nurmalisa, Y., Mentari, A., & Rohman, R. (2020). Peranan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun civic conscience. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn, 7(1), 34–46. https://doi.org/10.36706/jbti.v7i1.10082

Octavia, S. A. (2020). Model-model pembelajaran. Deepublish.

Perdana, D. R., Adha, M. M., Ardiansyah, N., & Habibi, R. K. (2021). Peningkatan keterampilan mengemukakan pendapat peserta didik melalui model problem terbuka (open ended) pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan, 7(1), 19–18. http://repository.lppm.unila.ac.id/31873/

Prastowo, A. (2014). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Diva Press.

Pratiwi, D. (2023). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. Proceedings Series of Educational Studies, 178–184. http://conference.um.ac.id/index.php/pses/article/view/8141

Priyanto, D. (2012). Belajar cepat olah data statistik dengan SPSS. Andi.

Salim, N., & Andyastuti, E. (2021). Peningkatan kualitas pembelajaran mata kuliah PKN berbasis isu-isu kontroversial untuk mengembangkan rasa kebangsaan melalui lesson study. Prosiding SEMDIKJAR, 1(1). https://proceeding.unpkediri.ac.id/index.php/semdikjar/article/view/1503

Sanjaya, W. (2014). Strategi pembelajaran. Kencana Prenada Media Group.

Santoso, R., & Adha, M. M. (2019). Inovasi pendidikan karakter melalui pembelajaran berbasis lingkungan sosial dan budaya. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Lampung, 568–575.

Sarwono, J. (2006). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Graha Ilmu.

Solihatin, E. (2012). Cooperative learning: Analisis model pembelajaran IPS. Bumi Aksara.

Stradling, R., Noctor, M., & Baines, B. (1984). Teaching controversial issues. Edward Arnold.

Sugihartono, et al. (2017). Buku psikologi pendidikan. UNI Perss.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif. Alphabet.

Sujarweni, W. (2014). Metodologi penelitian. Pustaka Baru Press.

Supriadi, E. (2020). Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis siswa melalui penerapan model controversial issues pada pembelajaran IPS. Jurnal Wahana Pendidikan, 7(1), 59–70. http://jurnal.unigal.ac.id/index.php/jwp/article/view/3229

Suprijono, A. (2011). Model-model pembelajaran. Gramedia Pustaka Jaya.

Suryana, D. (2016). Pendidikan anak usia dini: Stimulasi dan aspek perkembangan anak. Perdana Media.

Trianto, S. P., & Pd, M. (2007). Model-model pembelajaran inovatif berorientasi konstruktivistik. Prestasi Pustaka.

Wahidmurni, W. (2018). Pengembangan penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Workshop Pengembangan Penilaian Kurikulum 13 Bagi Guru-Guru Madrasah Aliyah Negeri Batu, 1–19.

Wibowo. (2014). Manajemen kerja (Edisi kelima, cetakan ke-11). PT Raja Grafindo Persada.

Widiatmaka, P. (2016). Kendala pendidikan kewarganegaraan dalam membangun karakter peserta didik di dalam proses pembelajaran. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 13(2), 188–198. https://doi.org/10.21831/civics.v13i2.12743

Winataputra, U. S. (2006). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, (gagasan, instrumentasi, dan praksisi). Widya Aksara Press.

World Top 20 Project. (2023). International education database. https://worldtop20.org/education-database/

Zain, A., & Djarmarah, S. B. (2010). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.




DOI: https://doi.org/10.23960/jss.v14i1.32648

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Hk pools

Slot777

slot88

slot online

slot

slot

slot online