TAPPEL BEBIH

Linggar Nunik Kiswari

Abstract


Kekayaan kuliner tradisional merupakan cerminan identitas budaya masyarakat pada setiap daerahnya. Salah satu makanan tradisional yang terdapat di daerah Lampung adalah Tappel Bebih. Tappel Bebih merupakan makanan ringan yang terbuat dari olahan singkong dan diolah secara tradisional.Makanan ini sering disajikan sebagai pendamping the atau kopi ketika ada tamu datang berkunjung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tappel Bebih sebagai makannan tradisional Masyarakat Lampung yang meliputi gambaran tappel bebih dan pengolahannya. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dengan analisis deskriptif. Hasilnya menjelaskan bahwa makanan tradisional Tappel Bebai tidak hanya sebagai makanan ringan tetapi juga erat kaitannya dengan filosofi Masyarakat Lampung yaitu Piil Pesenggiri. Terdapat prinsip Nemui Nyimah yaitu sikap ramah ramah, dan murah hati dalam menjamu orang lain. Sehingga makanan tradisional Tappel Bebih perlu dilestarikan sebagai salah satu warisan kuliner tradisinal Lampung.

Kata kunci: makanan tradisional, tappel bebih, warisan budaya lampung


Full Text:

PDF

References


Ariani, R. (2017). Kuliner Tradisional Nusantara. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rahman, F. (2016). Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Suryani, N. (2019). “Pelestarian Makanan Tradisional sebagai Warisan Budaya”. Jurnal Budaya dan Pariwisata, 8(2), 45–53.

Wibowo, A. (2018). “Kuliner Tradisional sebagai Identitas Budaya Daerah”. Jurnal Gastronomi Indonesia, 3(1), 12–20.

Tim Penyususn. 2025. Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Lampung Tengah 2025-2030. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah: Lampung Tengah


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Seni dan Pembelajaran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.