The Development of Test Instrument on The Excretion System to Measure Creative Thinking Skills

Ummu Maghfiroh, Lukman Nulhakim, Dwi Indah Suryani

Abstract


Abstract:  The creative thinking ability test instrument is a form tool to measure student creative thinking skills. This study aims to develop a creative thinking ability test instrument and determine is validity level. The research method used in developing the test instrument is the Borg and Gall development method (1983). The research instrument used in this study was a validation sheet. The results of this study indicate that the research and development process carried out by the researchers is a potential problem, data collection, planning, product design development, design validation, and design revision. The validity level of the creative thinking ability test instrument on the concept of the human excretion system that the researcher developed was in the valid category with a value of 76.94%. The test instrument for the ability to think creatively on the concept of the human excretion system is valid for use in student trials. 

Keywords: Test instrument, creative thinking, excretion system

 

Abstrak: Instrumen tes kemampuan berpikir kreatif merupakan bentuk alat untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan mengetahui tingkat kevalidannya. Metode penelitian yang digunakan dalam mengembangkan instrumen tes adalah metode pengembangan Borg and Gall (1983). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti adalah potensi masalah, pengumpulan data, perencanaan, pengembangan desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Tingkat kevalidan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif  pada konsep sistem ekskresi manusia yang peneliti kembangkan adalah pada kategori valid dengan nilai sebesar 76,94%. Instrumen tes kemampuan berpikir kreatif pada konsep sistem ekskresi manusia tersebut valid untuk digunakan pada uji coba kepada siswa.

Kata kunci: Instrumen tes, berpikir kreatif, sistem ekskresi.


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpmipa/v22i1.pp10-23


Full Text:

PDF

References


Kemendikbud. (2013). Kerangka Dasar Kurikulum 2013. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar.

Mardapi, D. (2018). Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Non tes. Yogyakarta: Nuha Medika.

Munandar, U. (2016). Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Murfiah, U. (2017). Pembelajaran Terpadu (Teori & Praktik Terbaik di Sekolah). Bandung: PT Refika Aditama.

Purwanto, M. N. (2013). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT. Rosdakarya.

Riduwan. (2012). Dasar-dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Verlinden, J. (2005). Critical Thinking and Everyday Argument. Belmont, CA: Wadsworth/ Thomson Learning, Inc.

Kim, K. H. (2006). Can We Trust Creativity Test? A Review of the Torrance Test of Creative Thinking (TTCT). Creativity Research Journal, 18(1): 3-14.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 tentang Standar Penilaian Pendidikan. 2016. Jakarta: Mendikbud.

Williams, F. (1980). Creativity Assessment Packet. Buffalo, NY: DOK.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pendidikan MIPA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats

Creative Commons License
The copyright is reserved to The Jurnal Pendidikan MIPA that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.