Peran Aktivitas Bermain Ular-Naga terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun

Wiwit Mulyani, M Thoha

Abstract


The problem in this research was children undeveloped gross motoric skills aged 5-6 years old at Melati Rejosari Mataram Kindergarten. The aimed of this research was to conduct the differences and relation of children gross motoric development before and after Ular-Naga activity in Melati Rejosari Mataram Kindergarten. This research was used quantitative design. The method used in this research was experiment with Treatment by Subjects Design. Sampling technique was used purposive sampling with 24 children. Data were collected by observation and documentation. The data was analyzed by using t-test of one sample to see the differences of children gross motoric development before and after Ular-Naga activity. The results showed that there was a relationship and differences between Ular-Naga activity with children gross motoric development aged 5-6 years old. This result means that Ular-Naga game activity can stimulate children gross motoric development  aged 5-6 years old.

 

Masalah dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan hubungan perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah mendapatkan permainan ular-naga di TK MELATI Rejosari Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Treatment by Subjects Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu sampel untuk melihat perbedaan perkembangan motorik kasar anak sebelum dan sesudah aktivitas bermain ular naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas bermain ular-naga dengan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Terbukti bahwa terdapat perbedaan perkembangan motorik kasar sebelum dan sesudah mendapatkan permainan ular-naga. Hasil ini berarti bahwa aktivitas bermain ular-naga dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun.

Kata Kunci: anak usia dini, motorik kasar, ular-naga


References


Adolph, K. E., & Scott R. R. (2015). Motor Development. New York University (online). https://psych.nyu.edu/adolph/publications.pdf. Diakses pada 20 Agustus 2018.

Akbari, H. (2009). The Effect Of Traditional Games In Fundamental Motor Skill Development In 7-9 Year-Old Boys (Online) http://www.bioline.org.br/pdf. Diakses pada 29 Januari 2018.

Djulaekah, E. (2012). Meningkatkan Kemampuan Emosional melalui Permainan Ular Naga Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini UNESA (Online)jurnal.unesa.ac.id/index.php/paud-teratai.article/view.pdf. Diakses padal 28 Januari 2018.

Firmawati. (2011). Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Imitasi Dalam Gerak Tari di Taman Kanak-kanak Al-Hikmah Lubuk Basung. (Skripsi) Universitas Negeri Padang (online).http://ejournal.unp.ac.id/index.php/paud/article. Diakses pada 10 Desember 2017.

Mulyani, N. (2016). Pendidikan Seni Tari Anak Usia Dini. Yogyakarta : Gava Media.

Musfiroh, T. (2016). Bermain dan Permainan Anak. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Pratiwi, S. C., Desak, P. P., & Luh Putu, P. M. (2017). Pengaruh Metode Bermain Melalui Permainan Ular Naga terhadap Kemampuan Motorik Kasar. E-journal Pendidikan Anak Usia Dini (Online). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPAUD.article/view.pdf. Diakses pada 29 Januari 2018.

Rahyubi, H. (2012). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran Motorik. Bandung : Nusa Media.

Samsudin. (2008). Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-Kanak. Jakarta : Pradana Media Grup.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Indeks.

Sunarni., Sri, L., & Dian, M. (2016). Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Negeri. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran (Online). http://jurnal.untan.ac.id/index.php.jpdpb/article/view. Diakses pada 27 November 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.