RUSIP
Abstract
Ragam kuliner tradisional yang ada di Lampung membawa kekhasan budaya setempat. Salah satu kuliner tradisional khas Lampung adalah Rusip atau tumis terasi. Rusip merupakan salah satu jenis sambal yang berkembang di Lampung. Sambal yang dikenal dengan nama rusip ini memiliki perpaduan rasa segar, asam, gurih dan pedas. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan salah satu sambal khas Lampung dari sudut pandang bentuk dan pengolahannya. Penumpulan data dilakukan denga studi dokumen dengan analisis deskriptif. Hasinya menunjukan bahwa rusip atau tumis terasi memiliki rasa yang khas sesuai dengan tipe sambal daerah Sumatera yaitu dominan pedas. Bahan yang digunakan terdiri dari terasi mentah, belimbing wuluh, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, garam dan bumbu penyedap. Selain sebagai pelengkap makanan, rusip juga menunjukan kearifan lokal masyarakat Lampung dalam mengolah bahan pangan. Oleh karena jenis sambal yang disebut rusip ini perlu dilestarikan sebagai kuliner tradisional Lampung.
Kata kunci: rusip, tumis terasi, sambal tradisional Lampung.
Full Text:
PDFReferences
Ariani, R. (2017). Kuliner Tradisional Nusantara. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kementerian Pariwisata dan Eknonomi Kreatif. 2014. Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025 - Rencana Aksi Jangka Mengenah 2015-2019
Rahman, F. (2016). Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Suryani, N. (2019). Pelestarian makanan tradisional sebagai warisan budaya. Jurnal Budaya dan Pariwisata, 8(2), 45–53.
Wibowo, A. (2018). Kuliner tradisional sebagai identitas budaya daerah. Jurnal Gastronomi Indonesia, 3(1), 12–20.
Wijaya, S. 2019. Indonesian Food Culture Mapping: A Starter Contribution to Promote Indonesian Culinary Tourism." Journal of Ethnic Foods. 6 (9). DOI: 10.1186/s.42779-019- 0009-3
Tim Penyususn. 2025. Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Lampung Tengah 2025-2030. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah: Lampung Tengah
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Seni dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.