Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Aktivitas Nelayan di Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai dampak yang timbul akibat kerusakan ekosistem mangrove terhadap aktivitas nelayan serta mencari solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi kerusakan ekosistem mangrove di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Jaring Halus yang berjumlah 3.360 jiwa (907 KK), dengan sampel sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah terjadi kerusakan ekosistem mangrove, yaitu sebelum ekosistem mangrove rusak, nelayan mendapatkan penghasilan hingga Rp. 300.000/hari, setara hasil tangkapan sebanyak 12 kg, setelah ekosistem mangrove rusak, nelayan hanya mendapatkan penghasilan Rp.100.000/hari, setara dengan hasil tangkapan sebanyak 4 – 5 kg. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekosistem mangrove, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat, rehabilitasi dan pengurangan aktivitas yang dapat merusak ekosistem mangrove, meningkatkan keberlanjutan ekonomi lokal, serta pemantauan terhadap kondisi mangrove.
Kata kunci: aktivitas nelayan; jaring halus, secanggang; kerusakan mangrove; langkat
Full Text:
PDFReferences
Buku
Ibrahim, M. N. (2020). Pelestarian Hutan Mangrove. Bekasi: CV. Mitra Utama.
Saru Amran (2019). Potensi Ekologis dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pesisir. IPB Press : Bogor
Artikel dalam Jurnal
Asbi, A. M., Rouf, R. A. (2019). Pengaruh Eksistensi Hutan Mangrove terhadap Aspek Sosial, Ekonomi dan Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 666 – 674.
Badjeber, N., Salam, A., Syamsudin (2020). Dampak Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Keragaman Jenis Hasil Tangkap Nelayan di Wilayah Pesisir Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Jurnal Perikanan Tropis, 53 – 62.
Ghizella O. Ramena, Cynthia E. V. Wuisang, & Frits O. P. Siregar (2020). Pengaruh Aktivitas Masyarakat Terhadap Ekosistem Mangrove Di Kecamatan Mananggu. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. 3(7)
Ikbal, Tantu, A. G., & Salam, S. (2019). Analisis Kerusakan Ekosistem Mangrove Terhadap Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Tongke-Tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Journal of Aqua Environment Vol 1 (2), 59 – 62.
Mustofa, R. (2020). Persepsi Masyarakat Pesisir Terhadap Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Siak. MENARA Ilmu Vol. XIV No.01, 92 – 104.
Rahmadi, M., Suciani, A., & Auliani, N. (2020). Analisis Perubahan Luasan Hutan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 OLI di Desa Lubuk Kertang Langkat. Media Komunikasi Geografi, Vol. 21, No. 2, 110 – 119.
Rosni. (2009). Penurunan Kualitas Ekosistem Mangrove Hubungannya dengan Pendapatan Masyarakat Nelayan di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Geografi Vol. 01 Nomor 01, 13 – 26.
Skripsi
Ais, I. (2015). Analisis Pendapatan Nelayan di Sekitar Hutan Mangrove Sebelum dan Sesudah Reklamasi Pantai di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Skripsi, 1 – 63.
DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fjpg.v11i2.27523
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXING