Kesantunan dalam percakapan film garis waktu Karya Fiersa Besari
Abstract
The research entitled "Politeness in Conversation from Fiersa Besari's Garis Waktu Film" is motivated by the occurrence of misunderstandings between speakers and speech partners, causing speech participants to feel offended by the speech received. This is because the speech participants pay less attention to matters relating to the principle of language politeness. The gap between this research and other research is that this research examines compliance and violation based on the six maxims of language politeness according to Leech and analyzes the compliance and violation from the point of view of the speech partner's acceptance as a measure of whether the speech conveyed by the speaker complies with or violates the principle of language politeness based on Yule's 'face' theory. This study aims to obtain a description of the form of compliance and violation of the principle of language politeness in the conversation of the movie Timeline by Fiersa Besari. The method used is descriptive qualitative. The researcher uses the listening method followed by the note-taking technique to collect data, while to analyze the data the researcher uses the commensurate method followed by the Pilah Elemen Penentu (PUP) technique. The result of this research shows 46 data. All data are divided into 31 data of the principle of language politeness compliance which includes maxims (1) praise, (2) generosity, (3) humility, (4) sympathy, and (5) agreement. Then 15 data of violations of the principles of language politeness which include maxims (1) praise and (2) agreement. The results of this study can be applied in class VIII learning with KD 3.16. This research only focuses on the compliance and violation of the principles of language politeness in the conversation of the movie Timeline, further researchers can develop an analysis of the causal factors and language politeness strategies.
Keywords: context, form of speech, politeness principles
Full Text:
PDFReferences
Altia, S.(2019). Kesantunan berbahasa pada tuturan tokoh dalam film Ajari AkuIslam:
Sebuah Tinjauan Pragmatik.
Angga, J. (Sutradara) & Setiawan, B. (2022). Garis Waktu. MD Pictures.
Bungin, B. (2011). Penelitian kualitatif. Kencana Predana Media Group.
Creswell, J. W. (2017). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods
approaches (3 ed). SAGE Publications.
Dewi, A. I., Iswatiningsih, D., & Eriyanti, R. W. (2021). Kesantunan berbahasa dalam
dialog interaktif Mata Najwa di Trans 7: bangsa Indonesia adalah bangsa
dengan beragam suku, adat istiadat, kebudayaan bahwa dari berbagai suku
tersebut ter-Bahasa Indonesia. karena bahasa yang ada dalam kehidupan
atau sakit. 6(2), 119–128
Djajasudarma. (2017). Wacana dan pragmatik (2 ed). PT Refika Aditama.
Harun, M. (2021). “Kesantunan berbahasa Indonesia mahasiswa Universitas
Muhammadyah Makassar”. Tesis. Makassar: Universitas Muhammadyah
Makasar.
Hasanah, A. U., & Herdiana, H. R. (2022). Kesantunan berbahasa dalam film Rentang
Kisah karya Gita Savitri (deskripsi terhadap pemakaian bahasa Indonesia
dalam media film). 6.
Hendaryan, R. (2015). Ekspresi kesantunan dalam tuturan bahasa Indonesia oleh
penutur Dwibahasawan Sunda-Indonesia. Disertasi. Universitas Pendidikan
Indonesia, Bandung.
Ishihra, N. & Han, E. L (2021). Face and (im)politeness in aviation English: The
pracmatics of radiotelephony communications. Journal of Pragmatics, 180,
-113. DOI: 10.1016/j.pragma.2021.04.030.
Kartina, I. (2021). Kesantunan berbahasa dalam konten vlog youtube Sherly Annavita
Rahmi (deskripsi terhadap pemakaian bahasa Indonesia dalam media sosial).
Diksatrasia, 5(1), 188–193. DOI: 10.25157/diksatrasia.v5i.6537.
Leech, Geoffrey. (1993). Prinsip–prinsip pragmatik. Universitas Indonesia Press.
Lubis, A. Hamid. (2015). Analisis wacana pragmatik (Rev ed). CV Angkasa.
Marsela, A. & Handryan. (2022). Kesantunan berbahasa dalam acara dua sisi episode
Cap Gubernur Pembohong. 6(2). 196. DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7829.
Minaliawati, E. (2022). Pelanggaran prinsip kesopanan pada Sinear Sruput Nendang
Marlo dan Marco. 5(2), 200–211. DOI: 10.30998/diskursus.v5i2.14073.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Rev ed). PT Remaja
Rosdakarya.
Murniatie, I. U. (2021). Kesantunan berbahasa dan pelanggarannya dalam channel
youtube Deddy Corbuzier edisi “Siti Fadilah : sebuah konspirasi.” BASA
Journal of Language & Literature, 1(2), 44. DOI: 10.33474/basa.v1i2. 13755.
Nurfatiyah, L. (2022). Kesantunan berbahasa dalam konten channel youtube RANS
Entertainment. 6, 152–156. DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2. 7796.
Pfister, Jonas (2010). Is there a need for a maxim of politeness? Journal of Pragmatics,
, 1266-1282. DOI: 10.1016/j.pragma.2009.09.001.
Prayogi, R., Prasetya, R. A., & Riadi, B. (2021). Pelanggaran prinsip kesantunan
berbahasa dalam komunikasi generasi milenial. Jurnal Kata: Bahasa, Sastra,
dan Pembelajarannya, 9(1). DOI: 10. 23960/Kata.v9.i1.202104
Puspita, Y. C., Nurhayatin, T., Suratiningsih, M., & Cibeber, C. K. (2022). Penggunaan
prinsip kesopanan. 12(1), 43–54. DOI: 10. 23969/literasi.v12i1.4711
Rani, A., Arifin, B., & Martutik. (2006). Analisis wacana: sebuah kajian bahasa dalam
pemakaian. Bayumedia Publishing.
Ryabova, Marina (2015). Politeness strategy in everyday communication. Social and
Behavioral Sciences, 206, 90-95. DOI: 10.1016/j.sbspro.2015.10.033.
Rusminto, Nurlaksana Eko. (2009). Analisis wacana bahasa Indonesia. (Buku Ajar).
Bandar Lampung: Universitas Lampung.
Setya, R. W. (2001). Prinsip kesopanan dalam film animasi Stand by Me Doraemon 2
karya Ryuichi Yagi dan Takashi Yamazaki. 537–548.
Rustono. (1999). Pokok-pokok pragmatik (1 ed.). Semarang: IKIP Semarang Press.
Sudaryanto. (2015). Metode dan aneka teknik analisis bahasa. Yogyakarta: Duta
Wacana University.
Sugiyono. (2021) Metode penelitian kualitatif (3 ed). Bandung: Alfabeta.
Tarigan, H. G. (2009). Pengajaran pragmatik (Rev ed). Bandung: Percetakan
Angkasa.
Triana, D. R. (2019). Kesantunan berbahasa pada film Kartini karya Hanung
Bramantyo: Tinjauan Sosiopragmatik. Humanika, 26(1), 14. DOI: 10.
/humanika.v26i1.21995
Umayya. Luluatul. (2012). Teori kesantunan berbahasa. Diakses pada 27 Februari
dari http://blog.ub.ac.id/luluatul/2012/06/21/teori-kesantunan-
berbahasa/.
Utami, R. R., & Tressyalina, T. (2020). Kesantunan berbahasa dalam film Dilan 1990.
Pendidikan Bahasa Indonesia, 8(3), 358. DOI: 10. 24036/108220-019883
Wijana, I. D. P. (1996). Dasar-dasar pragmatik (1 ed). Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Wijana dan Rohmadi. (2018). Analisis wacana pragmatik: kajian teori dan analisis.
Surakarta: Yusma Pustaka.
Windrasari, B. E. (2017). Kesantunan berbahasa Feni Rose dalam Acara Rumpi No
Secret di Trans TV. Stilistika, 10(2), 1–12. DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5552
Wulandari, D. (2021). Kesantunan berbahasa dalam transaksi jual beli di Pasar Wisata
Inis sebagai materi ajar pembelajaran teks negosiasi di SMA. Skripsi. Magelang: Universitas Tidar.
Wulansafitri, I., & Syaifudin, A. (2020). Jurnal sastra indonesia kesantunan
berbahasa dalam tuturan film My Stupid Boss. 9(1), 21–27. DOI:
Yule, G. (2006). Pragmatik (1 ed). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Zulkifli, T., Hariadi, J., & Hidayat, M. T. (2021). Kesantunan berbahasa pedagang kaki
lima Kota Langsa. Jurnal Samudra Bahasa, 4(1), 41–57.
DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Faksara%2Fv24i2.pp419-435
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats