Pertunjukan Rejung dalam Tradisi Begareh Malam Bujang Gadis pada Masyarakat Pagar Alam

Berliansyah Rumodhon

Abstract


Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pertunjukan Rejung pada tradisi begareh dalam malam bujang gadis pada tradisi perkawinan masyarakat Besemah, Pagar Alam, Sumatera Selatan. Rejung adalah pertunjukan musik tradisi berupa pantun yang ditembangkan dan diiringi dengan gitar sebagai media hiburan dalam tradisi perkawinan pada malam bujang gadis. Pada malam bujang gadis terdapat tradisi begareh, yaitu berkumpulnya muda-mudi untuk membantu pekerjaan dalam upacara perkawinan. Pada saat ini Rejung dijadikan sebagai media mencari pasangan. Tradisi begareh memiliki keunikan, yaitu kebebasan mengungkapkan perasaan melalui pantun untuk merayu pasangan. Rejung digunakan sebagai media komunikasi yang memiliki makna komunikasi verbal dan komunikasi musikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengamatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rejung menjadi media komunkasi dan interaksi antara pemuda dan pemudi dalam mencari pasangan dalam tradisi perkawinan masyarakat Besemah di Pagar Alam.

 

Keyword : Rejung, begareh, Malam bujang gadis, Besemah, Pagar Alam


DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aksara/v19i1.pp1-14



Full Text:

PDF

References


A.A.M. Djelantik (1999), Estetika: Sebuah Pengantar, Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Asril. (2016), Tabuik: Pertunjukan Budaya Hibrid Masyarakat Kota Pariaman, Sumatera Barat (Desertasi), Yogyakarta: Institud Seni Indonesia Yogyakarta.

Firmansyah feri, 2014. Sahilin Dalam Dunia Musik Batanghari Sembilan Di Palembang (Kesenimanan Dan Gaya Musiknya) (Tesis), Surakarta: institut seni indonesia Surakarta.

Firamadhan, Arza Wahyu. (2015), Musik Rejung Dalam Sastra Lisan Etnis Besemah Kabupaten Pagaralam(Skripsi), Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Lembaga Adat Besemah.tt, Himpunan Adat Istiadat Besemah.

Misral dkk. 2014. Musik Etnik di Sumatera Selatan. Palembang: Dinas Pendidikan Sumatera Selatan.

Daftar Narasumber

Arman Idris (62), Seniman Sastra tutur Sumatera Selatan. Desa Tegur Wangi Kota Pagar Alam.

Malkat (35), masyarakat Besemah pelaku pada tradisi begareh. Desa Jambat Bale Kota Pagar Alam.

Satarudin Tjik Olah (90), Budayawan Besemah dan Ketua Lembaga Adat Besemah. Desa Mekar Alam Kota Pagar Alam.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




View My Stats

Creative Commons License
The copyright is reserved to The AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.