KAIN SONGKET DALAM UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAERAH PALEMBANG DI MUARA PENIMBUNG ULU

Novi Sri Rizki Rukmana, Yarmaidi Yarmaidi, Nani Suwarni

Sari


Songket is one of the culture from Palembang. The aim of this study is to assess the perception of songket in preserving local culture in Palembang by artisans, public figure, and the society. This research used a descriptive research method with a cultural approach. Collecting data is done through interview with artisans, public figure, Muara Penimbung Ulu society, literature studies and observations of songket in Palembang. The result of this research showed that (1) the condition of climate is classified as climate D, (2) songket has been 22 motifs, (3) perception of artisans are learning songket is a tradition from one generations to the next generations, function and motif can be added as much as needed, (4) songket has changed and developed, that is public figures perceptions, (5) publics perception is motif of songket has increased continually.

Kain tenun songket adalah salah satu bagian dari hasil budaya masyarakat Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang persepsi kerajian tenun songket dalam upaya pelestarian budaya daerah Palembang oleh pengrajin, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Kajian penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kebudayaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengrajin, tokoh masyarakat, dan masyarakat Desa Muara Penimbung Ulu serta studi literatur dan observasi atas songket Palembang. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) keadaan iklim tergolong iklim D, (2) songket telah terdaftar ada 22 jenis motif, (3) persepsi pengrajin yaitu pembelajaran songket yang merupakan tradisi secara turun temurun, penambahan ragam fungsi dan ragam motif sangat diperlukan, (4) persepsi tokoh masyarakat yaitu songket saat ini mengalami perubahan atau perkembangan, (5) persepsi masyarakat yaitu ragam motif songket semakin bertambah.

Kata kunci: budaya, palembang, songket.

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Daldjoeni. 1982. Pengantar Geografi. Bandung: Alumni.

Geertz, Clifford, 1997. Cultural Tourism:Tradition, Identity and Heritage Construction. dlm Wiendu Nuryanti (ed.). 1997. Tourism and Heritage Management. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Hutter, Michael and Ilde Rizzo, 1997. Economic Perspectives on Cultural Heritage. New York: ST. Martins Press, Inc.

Jalaludin, Rakhmat. 1991. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Koentjaraningrat. 2002. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Mursal, Esten. 1999. Disentralisasi Kebudayaan. Bandung: Angkasa.

Nursid, Sumaatmadja. 1988. Metodologi Pengajaran Geografi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Pelly, Usman. 1994. Teori-teori Sosial Budaya. Bandung: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Kebudayaan.

Simanjuntak dan Pasaribu. 1992. Sosiologi Pembangunan. Bandung: Tarsito.

Subarjo. 2006. Meteorologi dan Klimatologi. Buku Ajar. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumadi, Suryabrata. 2000. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers.

Yudhy, Syarofie. 2009. Songket Palembang. Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Dinas Pendidikan.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.