Pemetaan Kerentanan Bencana Alam di Provinsi Lampung Tahun 2018

Maria Dewi Sulistyawati, Zulkarnain Zulkarnain, Listumbinang Halengkara

Abstract


The aim of this research is to determine the distribution of vulnerable area from natural disasters in Lampung Province. The method use in this study is a scoring method. This method used to calculate every parameters of vulnerability bassed on their impact on natural disaster. The results of this study show that there are 12 (twelve) districts at moderate level of vulnerability, 3 (three) districts at a high level of vulnerability, and nothing areas of city administration at a low level of vulnerability.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran wilayah yang rentan terhadap bencana alam di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode skoring. Metode ini digunakan untuk pengharkatan pada parameter tiap variabel kerentanan yang berpengaruh terhadap bencana alam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 12 (duabelas) wilayah dengan tingkat kerentanan sedang, 3 (tiga) wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi, dan tidak ada satupun wilayah di Provinsi Lampung yang terindikasi pada tingkat kerentanan rendah.

Kata kunci:bencana alam, kerentanan, skoring, pemetaan, Provinsi Lampung.


Full Text:

PDF

References


Nurhayati, A. (2002). Respon Ekosistem Hutan Rawa Gambut Sekunder Akibat Pembakaran Limbah Vegetasi di Desa Pelalawan Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.[tesis]. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Andestian, Y. B., & Rinaldi. (2016). Penyusunan Peta Resiko Banjir dengan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).Jom FTEKNIK. Vol. 3 No. 1 Edisi Februari.

BNPB. (2012). Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No. 2 Tahun 2012.

Puthut, E., & Nurhadi, S. (2010).Bencana Ketidakadilan: Refleksi Pengurangan Risiko Bencana di Indonesia. INSISTPress, Yogyakarta.

Riyanto, E., & Indelarko, H. (2009). Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Gava Media, Yogyakarta.

Suhardiman, (2012). Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Walanae Hilir. Universitas Hasanuddin Makassar.

Theml, S.(2008). Katalog Methodologi Penyusunan Peta Geo Hazard dengan GIS,Banda Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias.

Utomo, B. B., & Supriharjo, R. D. (2012). Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di Kawasan Sepanjang Kali Sampean, Kbupaten Bondowoso. Jurnal Teknik ITS. Vol. 1, No. 1 Edisi September.

UU Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Pasal 1 Ayat 1.

Yura, A. dan Sudaryatno. (2014) Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Zonasi Kerentanan Banjir di Kabupaten Sragen (thesis)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.