Komunikasi Antar Budaya dan Dampaknya bagi Kehidupan Masyarakat di Pekon Marang Kabupaten Pesisir Barat

Putri Handayani, Yunisca Nurmalisa, Nurhayati Nurhayati

Sari


The purpose of this research is to explain and describe inter-cultural communication and its impact on people's lives in the West Coast district of Marang. The research method is a descriptive qualification with the subject of public figures, religious figures, youth leader, and village heads. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation while data analysis is done by using credibility and triangulation tests. The results of this study showed that intercultural communication has a greater positive impact than the negative impact that the community is able to understand many regional languages even though the pronunciation is still not good. Intercultural communication is assessed as effective from the four aspects that the community in the city of Marang is able to understand the content of the heart in verbal communication and able to interact between cultures well and able to adjust the personal culture With the culture he was facing.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan dan mendeskripsikan komunikasi antar budaya dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat di pekon marang kabupaten pesisir barat metode penelitian  penelitian ini adalah deskriptif kualitatf dengan subjek penelitian yaitu tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan kepala desa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan analisis data menggunakan uji kredibilitas dan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komunikasi antar budaya memiliki dampak positif yang lebih besar dibandingkan dengan dampak negatif yaitu masyarakatnya mampu memahami banyak bahasa daerah meskipun dalam pengucapanya masih belum baik. Komunikasi antar budaya dinilai efektif dilihat dari empat aspek bahwa masyarakat di pekon marang mampu memahami maksut isi hati dalam berkomunikasi secara verbal dan mampu berinteraksi antar budaya dengan baik serta mampu menyesuaikan kebudayaan pribadi dengan kebudayaan yang sedang dihadapinya.

Kata kunci: antar budaya, efektivitas komunikasi, kehidupan masyarakat


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Abdi, M. 2016. Contextual Teaching Learning Dalam Pembelajaran PAI. Dinamika Ilmu Journal of Education,1 (11), 2442-9651.

Asmara, Husna. 2015. Profesi Kependidikan. Bandung: Alfabeta.

Daddy, Mulaya. 2001. Human Comunication Konteks-Konteks Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Edwin, Larry, Ricard. 2007. Komunikasi Lintas Budaya: Jakarta: Selemba Humanika.

Gudykunst, B. William. 2003. Communicating With Strangers Fourth Edition. New York: Mac Graw Hill.

Hedi. 2013. Komunikasi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultural. Jurnal Kajian Komunikasi. Vol 1 No.1

Husna, et al. 2013. “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS).” Jurnal Peluang 1(2): 81-92.

Joko, Prasetya Tri. 2009. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Koentjaraningrat.1990. Pemngantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Liliweri, Alo. 2007. Dasar Dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pelangi Aksara

Sugiono. 2017. Metode Penelitian, Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suranto. 2010. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.