Persepsi Masyarakat Terhadap Kemiskinan Rumah Tangga Akibat Perkawinan Pasangan di Bawah Umur

Evi Susanti, Adelina Hasyim, Hermi Yanzi

Sari


The purpose of this study is to describe how the public perception of the household poverty as a result of underage marriage in the hamlet IV Mekar Jaya village Sribhawono District of Bandar Lampung Regency East. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Informants in this study were community leaders, religious leaders and villagers. To collect the data used in this study using the technique of a questionnaire with a total of 39 respondents, interviews with six informants and documentation later data analysis techniques using a percentage formula and interval. The results showed that the public perception tends to be positive, but the public does not want overlap behavior due married underage sex and unwed. Most of the people already understand the impact of household poverty due to marry underage but people tend not to care and do not regard it as a problem.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi masyarakat terhadap kemiskinan rumah tangga akibat perkawinan di bawah umur di Dusun IV Desa Mekar Jaya Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga desa. Untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dengan responden sebanyak 39, wawancara dengan 6 informan dan dokumentasi kemudian teknik analisis data menggunakan rumus persentase dan interval. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat cenderung positif tidak menghendaki tetapi masyarakat saling menutupi perilaku menikah di bawah umur akibat seks bebas dan hamil di luar nikah. Sebagian besar dari masyarakat sudah memahami dampak kemiskinan rumah tangga akibat menikah di bawah umur namun masyarakat cenderung tidak peduli dan tidak menganggap sebagai masalah.

Kata kunci: persepsi, kemiskinan, perkawinan di bawah umur


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Aw, Suranto. 2010. Komunikasi Sosial Budaya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

BKKBN, Konsep keluarga sejahtera. Tersedia di http//lampung.bkkbn.go.id.Diakses pada 22 Oktober 2016.

------------, Perkawinan usia muda dari konsep KB. Tersedia di http://lampung.bkkbn.go.id. Diakses pada 22 Oktober 2016.

Rosaliadevi. 2012. Dampak Perkawinan Usia Muda. Tersedia di http://www.dampak-perkawinan-usia-muda.com. Diakses pada tanggal 20 Oktober 2016.

Silaen, Sofar dan Yayak Heriyanto. 2013. Pengantar Statistika Sosial. Jakarta: In Media.

Silalahi, Karlinawati. Eko A. Meinarno. 2010. Keluarga Indonesia Aspek dan Dinamika Zaman. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Soelaeman, M. Munandar. 2008. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: PT Refika Aditama.

Soeroso, Moerti Hardiati. 2011. Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Perspektif Yuridis-Viktimologis. Jakarta: Sinar Grafika.

Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

Wati, Rini Setya. 2016. Persepsi Masyarakat Tentang Pola Asuh Anak dari Pasangan Keluarga Menikah Dibawah Umur (Skripsi). Lampung: Universitas Lampung.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.