Kesantunan Bertutur Dalam Kegiatan Diskusi Siswa Kelas Vii Smpn 2 Bandarlampung

Yunita Handiawati, Nurlaksana Eko Rusminto, Sumarti Sumarti

Abstract


This research purposed to describe the politeness of speaking in the discussion activities of the seventh grade students at SMPN 2 Bandarlampung in school year 2019/2020 and the implication for speaking skill learning of junior high school that focus on the politeness which obeys and violates the politeness maxims, the politeness of speaking directly, indirectly, and the implication of speaking politeness in discussion activities. The obedience and violations of the politeness maxims covered wisdom, generosity, praise, modesty, agreement, and sympathy maxims. The politeness of speaking that expressed directly noted by marker politeness expression such as tolong, mohon, silahkan, mari, ayo, coba, harap, maaf. Indirectly speaking politeness was expressed by declarative word (suruhan dan ajakan), and interrogative words (permohonan, perintah, dan perilahkan).  The result of the speaking politeness of students’ discussion activities was speech that related to the speaking skill at SMPN 2 Bandarlampung. It can be the learning supplement to reach 21th century learning goal.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan bertutur dalam kegiatan diskusi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2019/2020 dan implikasinya terhadap pembelajaran keterampilan berbicara di SMP yang memfokuskan pada kesantunan yang mematuhi dan melanggar maksim-maksim kesantunan, kesantunan bertutur  langsung, kesantunan bertutur tidak langsung, dan implikasi kesantunan bertutur dalam kegiatan diskusi. Penaatan dan pelanggaran maksim-maksim kesantunan meliputi maksim kearifan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati.  Kesantunan bertutur yang diungkapkan secara langsung ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan yakni tolong, mohon, silahkan, mari, ayo, coba, harap, maaf. Kesantunan bertutur tidak langsung diungkapkan dengan tuturan deklaratif (suruhan dan ajakan), dan tuturan interogatif (permohonan, perintah, dan persilahkan). Hasil penelitian kesantunan bertutur dalam kegiatan diskusi siswa yang berupa tuturan dikaitkan dengan pembelajaran keterampilan berbicara di SMPN 2 Bandarlampung dapat dijadian suplemen pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran abad 21.

 

Kata kunci : kesantunan bertutur, maksim kesantunan, kelangsungan tuturan.

 


Full Text:

PDF

References


Ajeng, Astiana R. 2014. Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Pembelajaran Bahasa Jawa di SMP N 1 Banyumas. Dalam Jurnal Litera, Volume 1 –No. 2 (Hal. 134).

Leech, Geoffrey, 2011. Prinsip-Prinsip Pragmatik (diterjemahkan oleh M.D.D Oka dan Setyadi Setyapranata). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Margono. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Rahardi, Xanjana. 2005. Pragmatik. Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Rusminto, Nurlaksana Eko. 2010. Memahami Bahasa Anak


Refbacks

  • There are currently no refbacks.