Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Toleransi dalam Interaksi Sosial Pada Siswa

Primadona Maharani, Ratna Widiastuti, Redi Eka Andriyanto

Abstract


The problem in this study is about the low tolerance in social interaction among students, so a proper handling with group guidance service is needed. The purpose of this study is to discover the improvement of tolerance in social interaction through group guidance service. The method used in this study is a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving twelve research subjects. The measurement of the tolerance level in social interactions is done by using a scale of tolerance in social interactions. Data analysis using the Wolcoxon Test, the result obtained by Zscore > Ztable or 3.063 > 1.645 (p <0.05), means that Ha is acceptend and Ho is rejected, thus there is an improvement in tolerance within students’ social interaction after being handled with group guidance service.

Masalah dalam penelitian ini Toleransi dalam Interaksi Sosial rendah dikalangan siswa, sehingga diperlukan penanganan dengan layanan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan toleransi dalm interaksi sosial melalui layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, dengan subjek penelitian sebanyak dua belas siswa. Untuk mengukur tingkat  toleransi dalam interaksi sosial dilakukan dengan menggunakan skala toleransi dalam interaksi sosial. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon, hasil penelitian diperoleh Zhitung > Ztabel atau 3,063 > 1,645 (p < 0,05), artinya Ha diterima dan Ho ditolak, kesimpulannya adalah terdapat peningkatan toleransi dalam interaksi sosial siswa setelah diberikan perlakuan dengan layanan bimbingan kelompok.

Kata kunci: bimbingan kelompok, interaksi sosial, toleransi


Full Text:

PDF

References


Borba, M. (2008). Membangun Kecerdasan Moral. (L.Jusuf,Trans.). Jakarta; Gramedia Pustaka Utama.

Cahyono, Tri., Pribadi, H., & Suriata. (2018). Penerapan Sosiodrama untuk Meningkatkan Toleransi Siswa Sekolah Dasar di Kota Tarakan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo. Vol 2(1). 14-18.

Darwati, E. K. (2014). Penerapan Konseling Rasional Emotif denagn Teknik Modeling untuk Meningkatkan Toleransi antar Siswa Kelas X TKJ2 SMK Negeri 3 Singaraja. Jurnal e-journal Undiknas Jurusan Bimbingan Konseling. 2(1), 23-28.

Gularnic, D. G. (1959). Webster’s World Dictionary of American Language. New York: The World Publishing Company.

Hanim, W., Badrujaman, A., & Pratiwi, E. (2017). Pengaruh Teknik Role Playing Dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Toleransi Pada Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 26 Jakarta. Pendidikan. 114-129.

Lickona,T. (2012). Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah dapat Memberikan Pendidikan Tentang Sikap Hormat dan Tanggung Jawab. (J. A. Wamaungo, Trans.) Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kouchok, K. H. (2005). How to teach and how not to teach tolerance. Istanbul: Center For Values Education, Istanbul.

Nur, A. (2013). Penerapan Nilai-nilai Multikulturalisme Melalui Metode Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Budaya Toleransi Siswa Di SMK Setia Atmadja Jember. Educazione. Vol 1 (1). 1-9.

Parker, D. C., Nelson, J. S., & Burns, M. K. (2010). Comparison of Correlates of Clasroom Behaviour Problem in Schools with and without a School-Wide Character Education Program. Psychology in the Schools, 47(8), 817-827.

Sari, F., Martunis., & Fajriani. (2017). Penerapan Teknik Modeling Simbolis dalam Meningkatkan Perilaku Toleransi Siswa Kelas V SD Negeri 25 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Vol 2 (2). 32-37.

Suciartini, A., & Hilmi, H. S. (2015). Urgensi Pendidikan Toleransi dalam Wajah Pembelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Jurnal Penjaminan Mutu, 3(1), 12-22.

Supriyanto, A., Wahyudi, A. (2017). Skala Karakter Toleransi : Konsep Operasional Aspek Kedamaian, Menghargai Perbedaan dan Kesadaran Individu. Jurnal Ilmiah Counsellia.Vol 7 (2) : 61-70.

Tilman, D. (2004). Pendidikan Nilai untuk Kaum Dewasa-Muda. Jakarta: Grasindo.

Wahyudi, A. (2017). Character Education: Literatur Study Religious Tolerance Character. In Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Konseling (vol. 1, No. 1, pp. 49-56).

Yusra, T. (2018). Konseling Realitas: Meningkatkan Sikap Toleran Siswa Terhadap Keberagaman Budaya. Prosiding SNBK. Vol 2 (1). 32-37.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.