Penggunaan Konseling Kelompok Teknik Role Playing Untuk Meningkatkan Interaksi Sosial

Tara Mela Anjastuti, Syarifuddin Dahlan, Ratna Widiastuti

Abstract


The problem of this research was the lowness of social interaction. The aim of this research was to identify if  the social interaction could be optimized by using group counseling service  with role  playing techniques. The method used was quasi experimental method with one group pretest and posttest design. The subjects were 8 students who had low social interaction skill. Data collection techniques used observation. The results of data analysis used Wilcoxon test, showed that zoutput = - 2,521 <  ztabel = 1, 645.  then Ha was accepted and H0 was rejected. The conclusion of this result was social interaction can be increased by using group counseling service with role playing techniques to XI grade students of SMA Negeri 2 Gedongtataan  period 2016/2017.

Masalah dalam penelitian ini adalah interaksi sosial rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest and posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki kemampuan interaksi sosial rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil analisis data dengan uji wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest  interaksi sosial menunjukkan bahwa zhitung = -2,521 dan ztabel = 1,645, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah interaksi sosial dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok teknik role playing ada kelas XI SMA Negeri 2 Gedongtataan tahun ajaran 2016/2017.

Kata kunci: konseling kelompok, teknik role playing, interaksi sosial


Full Text:

PDF

References


Arifin, Z. 2017. Kriteria Instrumen dalam suatu Penelitian. Jurnal THEOREMS. Volume 2. No. 1. Halaman 30.

Blatner. 2009. Foundation of psychodrama. New York: Springer Publishing Company.

Brown, N W. 1999. Group Counseling for Elementary and Middle School Children. USA : Greenwood.

Cerkez, Yohen. 2012. Drama and Role Playing in Teaching Practice: The Role of Group Works. Journal of Education and Learning. Volume 1. No. 2. Halaman 118.

Craciun, D. 2010. Role Palying as a Creative Methode in Science Education. Journal of Science and Arts. Year 10. No. 1(12),pp. 175-182.

Dharmayanti, P.A. 2013. Teknik Role Playing dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMK. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran. Jilid 46. No. 3. Halaman 259.

Hasanah, H. 2016. Teknik-Teknik Observasi. Jurnal at-Taqaddum. Volume 8. No. 1. Halaman 35.

Herlina, U. 2015. Teknik Role Playing Dalam Konseling Kelompok. Jurnal Pendidikan Sosial. Volume 2. No. 1. Halaman 102.

Jannah, M. 2016. Remaja dan Tugas-tugas Perkembangannya dalam Islam. Jurnal Psikologi. Volume 1. No. 1. Halaman 250.

Prastyawan. 2011. Perkembangan Psiko-Fisik Siswa. Jurnal Studi Keislaman. Volume 1. No. 1. Halaman 58.

Siregar, R.Y. 2016. Meningkatkan Interaksi Sosial Siswa Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Perbaungan T.A 2015/2016. Jurnal DIVERSITA. Volume 2. No.2. Halaman 3.

Sylviana, N.D. 2014. Penggunaan Teknik Modelling Dalam Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Kebiasaan Belajar pada Siswa. Jurnal ALIBKIN. Volume 3. No.3. Halaman 20-24.

Wicaksono, G. 2013. Penerapan Teknik Bermain Peran Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas X Multimedia SMK IKIP Surabaya. Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling. Volume 1. No. 1. Halaman 61-78.

Yousefzadeh, M. 2014. A Study of educational effect of applying role playing teaching method in History classroom . International Research Journal of Applied and Basic Sciences. Volume 8(1). Halaman 113.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.